Monday, 21 December 2009

SURAT BUAT BUNDA

0 comments
Kubaca lagi surat buat bundaku dua tahun yang laluhanya biru mewarna hatikuMaaf, Bunda, Adik belum mampu membuatmu tersenyum banggaMaafkanlah anakmu..kutemukan bening kristal berjatuhansaat senyummu menjawab semua tanyaagar damai terjaga di singgasana rasaBoleh, kan, Adik mengembarakan Cinta?Boleh, ya, Bunda?Ikhlasmu antar aku pada harapantentang indah keabadianusai persinggahan yang hanya sebentarJangan...jangan terbuai pesonadunia hanya fatamorgana! (Menjadi Bidadari by Fathimatul Azizah)Assalamu’alaikum...

Wednesday, 2 December 2009

MUHASABAH BERSAMA SAHABAT PERJUANGAN

0 comments
Amanah yang terembankan pada pundak yang semakin lemah Bukan sebuah keluhan, ketidakterimaan,...keputusasaan!terlebih surut langkah ke belakangIni adalah awal pertempuranAwal pembuktiaanSiapa diri yang beriman.Wahai diri, sambutlah seruannyaOrang-orang besar lahir karena beban perjuanganBukan menghindar dari peperangan*SAHABAT,Mari kita ambil istirah sejenak. Kita nikmati keheningan bersama kesendirian. Kita pintal kembali harapan yang pernah terkoyak. Mari bermonolog dengan kejujuran hati nurani....

Tuesday, 1 December 2009

RINTIK YANG MENYUBURKAN

1 comments
Mukhammad N.F (eks Ketua Umum FLP Solo)Hubungan yang lembab antara penulis, kesunyian dan Pencipta Sunyi menjadi bagian dari alur yang indah dalam sebuah tulisan kenangan. Saya menyebutnya kenangan karena tulisan-tulisan di dalam buku ini lebih sebagai fragmen yang menitipkan kenangan silam. Ingatan-ingatan lalu yang mengirimkan rindu dan cinta. Tidak... tidak hanya itu, tetapi ingatan yang membekaskan nafas, meniupkan bara dan melapukkan kesombongan. Nyanyian masa lampau yang masih terdengar indah...

Saturday, 13 June 2009

Arkan Dian Husnayan

0 comments
Kusenandungkan ini untuk mengantar anakku tidur:Tidurlah-tidur anakku..tidurlah sayangumi selalu menjaga dan berdoaagar kelak kau dijadikan manusiapembebas durjana pelepas duka laraPuji syukur pada-Mu ya Illahi Rabbitercipta buah hati dambaan insaniKuserahkan jiwa raga sebagai buktisang ibu dan ayah bersatu dalam janji...

Wednesday, 25 March 2009

CAHAYA YANG TERUS MENYALA*

0 comments
Inilah resensi Buku Pedoman Asistensi (BPA)UNS yang kini telah direvisi. Saya melihat tampilannya kini sudah berubah namun muatan di dalamnya tak jauh berbeda dari sebelumnya.DATA BUKUJudul : Di Bawah Naungan Cahaya IlahiPenyusun : Yeceu Ekajaya, dkk.Penerbit : Nurul Huda PressEdisi :Edisi keempat, September 2005Tebal : xvii + 166 halamanKita tentu sudah sangat faham bahwa masa muda adalah masa yang paling berharga dalam fase kehidupan manusia. Di masa mudalah kekuatan fisik menyatu dengan berbadai...

PANGGILAN DAN KENYAMANAN

0 comments
“Tidak suka dipanggil dengan sebutan ‘boss/pak..”Saya tersenyum membaca profil salah seorang al-akh. Ia adalah salah satu anggota di sebuah ‘tim dakwah’ yang usia di kampusnya terpaut dua angkatan di bawah saya. Saya tidak menyangka ia akan menuliskan hal tersebut dalam form yang saya bagikan sebelumnya. Dan hari ini, setelah lima bulan berlalu, saya minta maaf kepada al-akh, anggota tim yang lain. Saya merasa bersalah karena beberapa waktu terakhir sering memanggilnya dengan ‘Dik’. Panggilan yang...

Thursday, 26 February 2009

(masih) Belajar Menjadi Aktivis

0 comments
Engkau bahkan masih memberi penjelas, penegas bahwa kita harus berbagi tugas. Tidak semua harus terjun ketika agenda dakwah begitu memadat. Banyak ruang kosong di sana sini yang harus diisi oleh sebaran kader yang harus terbagi. Dan engkau yang membagi sebaran itu, dan engkau yang memilih ruang lain itu.1“af1, Akh. Da amanah lain yg hrus sgra ditunaikan. ane g bs syuro bidang nanti mlm.”Huda tersenyum getir membaca SMS dari stafnya. Izin lagi. Izin lagi. Kapan seluruh staf bisa kumpul dalam syuro...

RINDU DAMAI SENYUMMU, BUNDA !

0 comments
SELEPAS membaca Al-Matsurat bersama teman-teman sepondok, aku segera kembali ke kamar. Adzan Isya’ sepertinya masih beberapa menit lagi. Kuraih mushaf yang ada di meja kecilku. Masih ada waktu untuk tilawah barang satu dua lembar. Baru dua ayat yang kubaca, terdengar SMS masuk ke ‘kotak unyil’ yang lupa ku-non-aktifkan. Meski sedikit malas, kubuka SMS itu. Siapa tahu memang penting.Assmlkm. M’Ita, bsk ba’da Ashar syuro’ di masjid kampus. Mbk, anti stiap minggu plg da acr, ya? Usul:bgmn jk bsk tdk...

BARA SHALIHAH

0 comments
Malam ini hatiku sedang gerimis. Kangen dengan orang-orang di rumah. Bersyukur pada Allah, aku masih punya mereka. Hanya ruang dan waktu yang memberi jarak. Ya! Kucoba membongkar ingatan bersama ayah dan ibu. Sudut mataku basah, ada aliran deras iringi munajatku. Tiada kata mulia kecuali doa untuk mereka. Kucoba telusuri rangkaian kebersamaan masa kecil. Benar: kasih sayang dan pengorbanan mereka tiada kan pernah terbeli di dunia ini. Ya Allah, kuingin membayar semua itu dengan kesholihahanku. Izinkan...

Monday, 16 February 2009

MELIHAT DIRIKU DI SETIAP SISI1

0 comments
Dalam islam wanita tidak pernah sedikitpun dikebiri kebebasannya dalam meningkatkan kualitas dirinya untuk maju. Wanita seperti halnya lelaki diberi kebebasan dalam menuntut ilmu, bekerja (membantu suami) dll. Kita tahu Khadija, istri nabi yang memiliki kekayaan berlimpah sebagai bisnis women yang sukses. Kita tahu Aisyah, yang dengan kecerdasannya mampu menghafalkan ratusan hadits-hadits rasullullah. Dan kita tahu bagaimana seorang Syafiah turut berperang/berjihad di dalam salah satu peperangan...

MELATI MEWANGI HATI

1 comments
Ibu kulo nyuwun artoIng njawi wonten kereKere lumpuh lan wutoSambat ngelak lan luweIki angger wenehnoSega iwak lan banyuKerene kandanonoKongkon rene saben mingguENTAH mengapa bayangan nenek selalu berkelebat di hadapannya tiap kali ia melewati bolevard kampus hijaunya. Bahkan ia pun tak mengerti mengapa telinganya seolah menangkap tembang yang seringkali dinyanyikan bersama ibu di masa kecilnya. Kenangan manis itu menyapanya tanpa diminta, membuatnya terpaku sejenak. Kemudian baik dengan lapang...

KADO-KADO Ke-15

0 comments
”Wah jubahnya bagus lho, Bu! Makin cantik aja ! “ Aku mengomentari penampilan ibu yang sore ini lain dari biasanya.“ I ya, benar ya, Na! apalagi kalo’ ditambah jilbab biru dongker yang dibelikan Budhe Dyah sepulang dari Mekkah kemarin,” sambung Mas Doni sambil tersenyum nakal.“Sekalian pake penutup muka biar kaya’ ninja hatori. Oalah..mau jadi apa ibu nanti. Kalian tahu kan yen ibu ndak suka dengan penampilan yang ribet dan ndak praktis seperti itu. Makanya Na, kowe ojo terpengaruh dengan mereka....