
Melompat kian kemari.. Sepanjang
hari
Aku ingin menemani.. sepulang
sekolah
Bersamamu lagi.. menari-nari.”
Aku dengarkan
kembali rekaman lagu yang dinyanyikan Arkan yang tersimpan di memory HP. Lagu
yang diajarkan Uti (neneknya/ Ibuku) ketika pulang ke Ngawi. Aku ingat, suatu
waktu, Arkan bertanya kepadaku, “Ummi, bisa nyanyi lagu kelinciku?”
Aku
menggeleng. Sungguh, aku memang tidak hafal lagu itu.
“Ummi hafal,
nggak?”
“Nggak,
Sayang.”
Dengan senang
hati aku mendengarkannya bernyanyi. Arkan mengulangi per baris dan memintaku
untuk mengulang hingga aku hafal. Ya, lirik lagunya memang sederhana sekali.
Itulah mengapa ibuku tak membutuhkan waktu lama untuk mengajari Arkan lagu itu.
Hanya dalam hitungan menit saja. Rekor itu mengalahkan waktu menghapal doa dan
surat-surat pendek, yang butuh 2-3 waktu mengulang.
Arkan, seperti
anak-anak seusianya memang luar biasa. Begitu cepat menghafal. Anak-anak memang
seperti kertas putih bersih. Ia akan menjadi semakin luar biasa ketika orang
tua dan lingkungannya memberikan coretan yang tepat. Jika salah sedikit saja memberikan coretan,
perlu waktu yang relatif lama untuk menghapus dan membenahinya.
Melihat
anak-anak seperti berkaca akan diri kita dengan jujur dan apa adanya. Lihatlah
caranya bersikap ‘sok dewasa dan menasehati’, ngambek dan merajuk, marah dan
berkata-kata. Lihatlah diri kita. Dan saya percaya, buah jatuh tak akan jauh
dari pohonnya meski dalam beberapa kasus terdapat pengecualian.
“Wah, sekarang
Ummi udah hafal lagunya, ya?!” tanya Arkan memastikan.
“Sudah,
Sayang.”
“Ayo, sekarang
Ummi nyanyi sendiri!” Komandonya.
Apa boleh buat
gayanya seperti gayaku waktu ngetest hafalan doa atau surat pendek. Lantas
bocah 3,5 tahun itu mengacungkan jempol dan berkata, “Ummi hebat, ya udah
hafal.”
Tersipu
kubisikkan kepadanya, “Iya, dong. Siapa dulu gurunya. Siapa yang ngajari Ummi
nyanyi?”
“Arkan.. Arkan yang ngajarin, Ummi.”
“Arkan.. Arkan yang ngajarin, Ummi.”
“Berarti Arkan
juga hebat,” kataku seraya membisikan doa untuknya. Semoga selalu sholeh,
santun, cerdas, sehat, kuat, ceria, banyak kawan, dan bermanfaat untuk semesta
alam.
Lantas kami
tertawa bersama.
Bukit Gading Indah, 15 Nov 2012: 7.52
Bukit Gading Indah, 15 Nov 2012: 7.52
Ya Allah,
bimbing kami mengantarnya menjadi lelaki sholeh yang tangguh di masanya.
Aamiin.
Jika cinta sekedar rasa
Pasti hati kan tersiksa
Jika cinta sekedar ucapan
Manusia pasti dalam kebinasaan
Jika cinta sekedar pengorbanan
Tiada jiwa ini merasa aman
Cinta sejati adalah perasaan
Terungkap dengan ucapan
Tertuang dengan pengorbanan
Azizisme : CINTA AZIZ DAN AZIZAH
Semoga jadi anak sholeh....
Blog Walking...
Salam Ziarah..